Ahok

Nama Ahok kelihatannya sedang populer, coba masukkan di kotak pencarian Google kata kunci Ahok pasti yang muncul di baris pertama dia yang sekarang menjabat Gubernur DKI Jakarta sekarang. Kalau dulu sebelum dia menjadi wagub DKI, mencari keyword Ahok yang muncul bisa Ahok yang lain.

Ahok Gubernur DKI

Gubernur DKI Basuki TP

Sumber: Wikipedia

Banyak tindakan yang dilakukan maupun statement yang dilontarkan mengundang pujian sekaligus umpatan, karena dia tidak seperti pada umumnya para pejabat negara. Ada beberapa pejabat negara yang tegas, mungkin juga kelewat tegas, seperti mantan Gubernur DKI yang pertama, Ali Sadikin. Demi membangun Jakarta dia bisa dikatakan melakukan “apa saja” termasuk yang kontroversial ~untuk lebih lengkapnya silakan googling sendiri ya~ dan tentu saja presiden pertama Indonesia, Sukarno. Saya sering membaca berita atau artikel mengenai Ahok, tapi bukan berarti saya Ahokers. Sama orangnya sih saya biasa aja, cuma tindakan dan statement-nya yang aku suka. Pada umumnya orang mengetahui tentang Ahok dari media massa, tapi kalau saya dari segala sumber hehehe. Ada beberapa orang yang mengatakan dan saya memang percaya, kalau berita di media massa tidak bisa dipercaya 100%, namanya saja media komersil biasanya akan menambah atau mengurangi esensi berita itu sendiri, ada yang bilang mereka, media, dibayar untuk melakukan ini itu, untuk mempopulerkan seseorang, itu bisa jadi tapi nggak semua lah. Saya biasanya percaya dengan berita media massa cukup 50% saja, yang lain baca-baca dari artikel di blog, forum maupun dari komentar Facebook portal berita ~bukan dari posting Facebooknya~ dan juga langsung menonton dari Youtube-nya PemprovDKI. Saya lebih suka menonton video komplit rapat/kunjungan dari pada potongan-potongan video dari uploader lain, karena ya itu rata-rata orang lebih suka video klip yang tertentu saja. Dengan menonton secara keseluruhan, saya bisa melihat secara jelas apa yang sedang terjadi. Ada perkataan Ahok yang kurasa banyak orang yang tidak tahu, ya memang secara komersial tidak ada bagusnya hahaha. Ahok lebih suka orang yang memilihnya karena berdasarkan kemampuan dan bukan karena faktor ras. Di video pertemuan Ahok dengan perwakilan koko dan cici, dia mengatakan “orang cina yang memilih Ahok karena dia itu sama-sama cina, itu bego (goblog). Video ini langsung skip ke menit 27:08, lebih bagus lagi kalau di lihat secara lengkap.

Sumber: Pemprov DKI

 

Kebijakan yang tidak memandang bulu

Saya baca-baca beberapa orang dari kalangan tertentu kurang menyukai Ahok, di sini saya tidak menulis mengenai kalangan agama, ras atau pejabat karena sudah terlalu umum jadi kurang menarik. Ada 2 grup yaitu kalangan bawah dan kalangan atas. Mereka yang dari golongan bawah biasanya tidak menyukai kebijakan Ahok, misalnya pelarangan sepeda motor masuk jalanan protokol, parkir meter untuk motor, pelarangan PKL berjualan di jalanan, dan sebagainya. Kalau dilihat secara logis mereka ada benarnya, jika motor dilarang melintas di jalan protokol, pengendara akan mencari jalan memutar yang lebih jauh untuk ke tempat tujuan; sedangkan parkir meter mahal karena dihitung per jam, buat mereka yang bekerja dengan memarkir motor mereka di situ akan dikenai biaya yang tidak sedikit; demikian juga jika para PKL akan bisa menjual dagangan mereka dengan laris. Akan tetapi jika dilihat secara jangka panjang atau untuk masa depan maka yang dilakukan Pemprov DKI sudah tepat, yang intinya supaya masyarakat didorong untuk menggunakan kendaraan umum dan hemat pengeluaran dan sekaligus membantu mengurangi kemacetan. Akan tetapi di lain pihak Pemprov DKI harus menyediakan transportasi masalah yang murah, nyaman dan terintegrasi dengan pusat penjualan sehingga para pedagang PKL bisa beralih dari jalanan masuk ke dalam gedung dan memperoleh hasil yang maksimal. Untuk kalangan atas, Ahok juga kurang disukai terutama oleh pengusaha dan orang kaya tidak mau membayar pajak atau yang suka mencari celah-celah keuntungan yang tidak semestinya. Biasanya para pengusaha seperti  ini memanfaatkan kelemahan dan celah pada hukum yang memang lemah di negara ini. Misalnya sebagian para pemilik mobil sport kenamaan seperti Ferrari dan Lamborghini pajak tahunannya bisa puluhan hingga ratusan juta, agaknya mereka bakal “keberatan” membayar pajak yang demikian besar. Beli mobilnya bisa tapi bayar pajaknya urusan belakang. Juga mengenai penerapan ERP yang bermaksud untuk mengurangi penggunaan mobil di jalanan protokol Jakarta juga memicu ketidaksetujuan kalangan atas.

Banyak orang Indonesia di luar negeri mendukung Ahok

Saya juga sering membaca komentar-komentar di portal berita di Facebook mengenai Ahok; ada yang mendukung, ada juga yang mencela dan tidak sedikit yang komentarnya nggak nyambung sampai ketawa membacanya. Saya juga sering melihat profil sampai isi timeline dari komentator, kalau data profilnya asal ngisi kemungkinan besar yang komentar menggunakan akun palsu. Para komentator sebagian besar bukan berasal dari Jakarta. Dan ada hal yang cukup menarik, hingga sekarang saya belum pernah melihat komentator yang berdomisili di luar negeri ~mayoritas para TKI~ yang berkomentar tidak mendukung Ahok. Mungkin ya hanya sekedar mungkin saja, mereka yang berada di luar negeri sudah capek dengan negara ini yang tidak maju-maju, mungkin mereka berharap sesuatu yang lebih terhadap Ahok.

Salah satu impian Ahok atas Indonesia supaya suatu saat burung garuda Indonesia bisa sejajar dengan burung elang Amerika, dengan kata lain Indonesia menjadi negara maju. Tapi ada beberapa kendala di antaranya dari pihak penguasa dan rakyat. Maukah mereka diubah? Kalau sudah menjadi negara maju pasti enak, lha kalau yang tidak enaknya itu masa transisi menuju negara maju itu yang berat. Pihak yang paling berperan adalah pemerintah, mereka bisa menerapkan hukum yang tegas dan adil serta “memaksa” (memaksa dalam arti positif) rakyat untuk berubah. Kalau Indonesia sudah maju, tidak ada lagi ceritanya TKI berbondong-bondong mencari dolar di negeri lain atau para pelajar yang menuntut ilmu di negeri orang dengan tujuan supaya dianggap lulusan luar negeri itu keren.

Advertisements

About groverhamie

I love gaming and watching videos
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Ahok

  1. Pingback: Jalan Jalan ke Jakarta | Hamie's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s