Jalan Jalan ke Jakarta

Akhir Juni 2014 tahun lalu ~manfaatin hari kecepit hehehe, maap bos…~ aku sendirian berkesempatan jalan jalan ke Jakarta selama 3 hari. Ini pertama kalinya aku ke ibukota negara. Sebenarnya waktu hanya 3 hari tidaklah cukup karena Jakarta luas sekali, tidak seperti kota-kota di Jawa Timur kayak Batu yang sering aku datangi, seharusnya 3 minggu hehehe tapi berhubung harus bekerja ya terpaksa nggak bisa. Aku tipe traveler yang menyukai menikmati proses keberangkatan, jadi bukan saat tiba di tempat tujuan baru liburan itu dimulai, no no no… tapi dimulai dari melangkah keluar rumah, traveling itu dimulai.

Tugu Monas Jakarta

Tugu Monas Jakarta

Di ambil dari Gunawan Kartapranata

Berangkat dengan kapal laut

Karena aku ingin perjalanan kali ini ada sensasi tersendiri, setelah baca baca di internet aku memutuskan menggunakan kapal laut, yakni KM Sinabung sekalian mencicipi kelas satu di kapal laut itu kayak gimana hehehe. Setelah booking hotel via booking.com langsung beli tiketnya di kantor pusat pelni Surabaya di Jalan Pahlawan karena beli tiket kapal belum bisa via online. Pada hari keberangkatan, menurut jadwal kapal berangkat jam 19.00  tapi nggak tahu koq kapal malah mulai berlabuh jam 23.30, jam karetnya sangat luar biasa. Waktu itu terminal baru Tanjung Perak hampir jadi, tinggal finishing saja tapi mungkin karena belum diresmikan masih semrawut sana sini.

Kondisi first class di kapal laut ternyata cukup memprihatinkan, yang pasti jauh sama Titanic wkwkwk, banyak orang yang selonjoran dan tiduran di lorong-lorong kelas 1 dan 2. Hal ini cukup memberi informasi, kalau lain kali aku naik kapal beli tiket paling murah dan paling cepat cari tempat di sekitaran situ, enak dan dingin. AC juga tidak dingin, TV-nya 14in mati pula. Waktu itu aku se-kabin dengan orang Jepang asal Saitama, dia tidak bisa berbahasa Indonesia sama sekali tapi untung bahasa Inggrisnya lancar jadi tidak perlu menggunakan bahasa tarzan. Selama di perjalanan, dia banyak sekali ngomong-nya, cerita perjalanan ini perjalanan itu, cerita waktu dia masih muda, cerita tentang anaknya. Dan dia juga perokok berat, Marlboro Lights dan rokok Jepang light, nggak tahu merk-nya bahasanya tidak mengerti. Aku mencoba 1 batang rokok Jepang-nya rasanya hambar, tidak enak kayak rokok putih kebanyakan, masih enakan rokok-ku Inter. Orang Jepang ini juga sangat menjaga kebersihan, abu rokok aja dibuang di botol yang dia bawa sendiri dari rumah. Dia bilang orang-orang Indonesia suka membuang sampah sembarangan, dalam hati aku mikir buang sampah di sembarang tempat di negeri ini sudah membudaya wkwkwk

Tiba di Jakarta

Setelah menginap semalam di kapal, malam berikutnya sekitar jam 23.00 kapal tiba di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Aku ditawari sama orang Jepang ini naik taxi karena dia tidak tahu jalan, sebenarnya aku juga tidak tahu jalan, tapi karena ada bantuan Google Maps di HP Android-ku nggak pake acara kesasar, jadi ya bilang saja tahu Jakarta wakakakak lumayan lah dapat tumpangan gratis. Lagian tujuan dia ke apartemen di Pondok Indah sedangkan aku menginap di homestay Malabar di daerah Kemanggisan, Pluit. Aku bilang ke pak supir taxinya ke Pondok Indah tapi lewat Jalan S. Parman dengan tujuan aku bisa turun dekat aku menginap hehehe, gapapa lah, kan sama-sama ke arah selatan. Jam 12 tengah malam aku tiba di hotel, tempatnya lumayan, AC-nya dingin, kasurnya empuk dan kopinya gratis sepuasnya wkwkwk cuma satu hal kekurangannya sinyal operator jelek sekali, dapat 1 bar saja sudah bagus. Breakfast-nya roti bakar OK lah tidak masalah.

Keliling Jakarta

Keesokan harinya mulai acara keliling Jakarta dimulai. Sebenarnya mau bertemu beberapa teman, tapi karena ada sedikit kendala, ya plan B yang jalan. Aku pergi ke rumah saudaraku di daerah Senen dan bicara ngalor-ngidul, karena terbatasnya waktu dia tidak sempat mengajak aku lihat-lihat Jakarta. Sempat juga ke Monas dan Balai Kota, terbesit mau coba bertemu Jokowi atau Ahok tapi ku urungkan niatku hehehe. Acara selanjutnya adalah keliling Jakarta menggunakan Bus TransJakarta atau yang lebih dikenal TJ. Waktu itu busway-nya belum menggunakan Scania tapi yang abal-abal. Perbedaannya dengan yang sekarang aku sih tidak tahu karena belum pernah naik Scania, yang pasti waktu itu goncangannya lumayan hebat apalagi kalau di bagian tengah. Aku tidak begitu ingat kemana busway ini membawa aku, yang pasti sekitaran Jakarta Pusat dan Selatan. Aku juga menggunakan aplikasi Busway Transjakarta yang sangat membantu dalam mengetahui arah dan tujuan bus. Aku juga menyempatkan beli tiket pulang bus malam Kramat Djati yang lagi-lagi tidak bisa membeli via online.

Kembali ke Surabaya

Akhirnya “liburan” ini berakhir juga. Aku kembali ke Surabaya menggunakan moda transportasi bus malam Kramat Djati, berangkat sore hari, sempat juga bus nya berhenti di Rembang dan 1 lagi bus-stop di mana aku lupa untuk makan malam dan beli oleh-oleh. Selanjutnya bus berangkat, aku tidur selonjoran karena di sampingku kursinya kosong, enak tenan. Pagi harinya sudah tiba di Surabaya.

Maaf posting ini tidak ada gambar satupun dari hasil jepretan kameraku karena hp-ku factory reset dan foto-foto yang cuma beberapa itu terhapus karena tersimpan di memori internal dan lupa belum di back up.
Advertisements

About groverhamie

I love gaming and watching videos
This entry was posted in Catper and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Jalan Jalan ke Jakarta

  1. Pingback: Batu City Trip | Hamie's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s